Al-Fatihah - الفاتحة

Al-Fatihah  الفاتحة

Surat ke 1

 

QS001:001 "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah, lagi Maha Penyayang." – (QS.1:1)

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 

Audio file

Bismillahir-rahmanir-rahiim(i)
QS001:002 "Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam," – (QS.1:2)

ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَـٰلَمِينَ 

Audio file

Al-hamdu lillahi rabbil 'aalamiin(a)
QS001:003 "Maha Pemurah, lagi Maha Penyayang." – (QS.1:3)

الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ 

Audio file

Ar-rahmanir-rahiim(i)
QS001:004 "Yang menguasai hari pembalasan." – (QS.1:4)

مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ 

Audio file

Maaliki yaumiddiin(i)
QS001:005 "Hanya kepada Engkaulah, kami menyembah dan memohon pertolongan." – (QS.1:5)

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ 

Audio file

Ii-yaaka na'budu wa-ii-yaaka nasta'iin(u)
QS001:006 "Tunjukilah kami, ke jalan yang lurus," – (QS.1:6)

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ 

Audio file

Ihdinaash-shiraathal mustaqiim(a)
QS001:007 "(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan jalan mereka yang dimurkai dan sesat." – (QS.1:7)

صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلا الضَّالِّينَ

Audio file

Shiraathal-ladziina an'amta 'alaihim ghairil maghdhuubi 'alaihim walaadh-dhaalliin(a)

Juz

Keterangan

Sejarah Turunnya Surat Al-Fatihah

Surat Al Fatihah bukanlah surat yang pertama kali turun, meskipun surat ini letaknya berada di urutan paling pertama dalam Al Qur’an. Surat Al Fatihah diturunkan di Mekkah.

Salah satu dalil penguatnya adalah ayat 87 dari surat al-Hijr tersebut di atas. Dalam ayat ini Allah mengingatkan Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam atas karunia diturunkannya surat al-Fatihah. Hal ini menunjukkan bahwa surat al-Fatihah diturunkan sebelum surat al-Hijr.

Padahal surat al-Hijr adalah makkiyyah, dengan demikian, maka surat al-Fatihah pun juga makkiyyah [Lihat: Tafsîr al-Baghawi (I/49) dan Tafsîr al-Qurthubi (I/177)].

Selain itu, tempat turunnya hukum kewajiban shalat adalah di Mekkah, dan tidak ada perbedaan pendapat antara para ulama dalam hal ini. Sebagaimana telah kita ketahui bahwa salah satu rukun shalat adalah membaca surat al-Fatihah. Maka jelas hal ini menunjukkan bahwa surat al-Fatihah telah diturunkan di Mekah [Lihat: Tafsîr al-Qurthubi (I/177)].

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, 

“Tidak ada shalat bagi orang yang tidak membaca Fatihatul Kitab (Al Fatihah).” (HR. Bukhari dan Muslim dari Ubadah bin Shamit radhiyallahu ‘anhu).

Dalam sabda yang lain Rasulullah mengatakan yang artinya,

“Barangsiapa yang shalat tidak membaca Ummul Qur’an (surat Al Fatihah) maka shalatnya pincang (khidaaj).” (HR. Muslim)

Surat Al Fatihah diturunkan sebagai inti dari seluruh ajaran dalam Islam. Maka dari itu, surat ini pun diletakkan di awal urutan surat dalam Al Qur’an.

Dari Abu Hurairah Radhiallahu Anhu berkata : telah bersabda Rasulullah SAW :

Al-Hamdulillah (Al-Fatihah) adalah Ummul Qur’an, Ummul Kitab, As-Sabul Matsaani dan Al-Qur’anul Adhim. (HR. At-Tirmidzi dengan sanad sahih)

Dari berbagai macam pendapat yang dikemukakan para Ulama’ Tafsir, penulis menyimpulkan bahwa. Nama- nama lain Al-Fatihah adalah:

  1. Faatihatul Kitab (pembuka al-Kitab)
  2. Ummul Kitab (induknya al-Kitab)
  3. Ummul Qur’an (induknya al-Qur’an)
  4. As-Sab’ul Matsani (7 ayat yang diulang-ulang)
  5. Al-Qur’an al-‘Adzim
  6. Asy-Syifa
  7. Ar-Ruqyah
  8. Al-Asas (pokok)
  9. Al-Wafiyah (yang lengkap)
  10. Al-Kafiyah (yang cukup)
  11. Ash-Shalah
  12. Al-Hamd (pujian)
  13. Al-Kanz (perbendaharaan)

Keutamaan Al Fatihah

Al Fatihah mengandung inti Islam berupa ajaran tauhid, keimanan, janji Allah serta kabar gembira bagi mereka yang beriman. Seluruhnya dijabarkan dalam sebuah surat sehingga membuat surat Al Fatihah menjadi salah satu surat yang utama.

Dari Abu Sa’id Rafi’ Ibnul Mu’alla radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadaku, “Maukah kamu aku ajari sebuah surat paling agung dalam Al Quran sebelum kamu keluar dari masjid nanti?” Maka beliau pun berjalan sembari menggandeng tanganku. Tatkala kami sudah hampir keluar maka aku pun berkata;

Wahai Rasulullah, Anda tadi telah bersabda, “Aku akan mengajarimu sebuah surat paling agung dalam Al Quran?” Maka beliau bersabda, “(surat itu adalah) Alhamdulillaahi Rabbil ‘alamiin (surat Al Fatihah), itulah As Sab’ul Matsaani (tujuh ayat yang sering diulang-ulang dalam shalat) serta Al Quran Al ‘Azhim yang dikaruniakan kepadaku.” (HR. Bukhari, dinukil dari Riyadhush Shalihin cet. Darus Salam, hal. 270)

 

Dari Anas bin Malik ra. berkata:

Tatkala Nabi saw dalam sebuah perjalanan lalu turun dari kendaraannya, turun pula seorang lelaki di samping beliau. Lalu Nabi menoleh ke arah lelaki tersebut kemudian berkata: 

“Maukah kamu aku beritahukan surat yang paling utama di dalam al-Quran? Anas berkata: Kemudian Nabi saw membacakan ayat ‘segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.’

Amr bin Shalih bertutur kepada kami:

“Ayahku bertutur kepadaku, dari al-Kalbi, dari Abu Salih, dari Ibnu Abbas, ia berkata: “Nabi berdiri di Mekah, lalu beliau membaca, Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, Segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam. Kemudian orang-orang Quraisy mengatakan, “Semoga Allah menghancurkan mulutmu (atau kalimat senada).”         

Dari Abu Hurairah, ia berkata, 

“Rosulullah saw. bersabda saat Ubai bin Ka’ab membacakan Ummul Quran pada beliau, “Demi zat yang jiwaku ada di tangan-Nya, Allah tidak menurunkan semisal surat ini di dalam Taurat, Injil, Zabur dan al-Quran. Sesungguhnya surat ini adalah as-sab’ul matsani (tujuh kalimat pujian) dan al-Quran al-’Azhim yang diberikan kepadaku.”


Amalan membaca Surat Al Fatihah الفاتحة

Surat Al Fatihah merupakan surat pertama dari susunan surat dalam Alqur'an. Surat Al Fatihah berarti "pembuka" atau "pembukaan" karena surat ini memang menjadi pembuka surat-surat yang ada dalam Alquran. Selain itu, surat ini juga memiliki nama lain, diantaranya ummul kitab (induknya Alquran), karena ia merupakan induk dari semua isi Alquran. Asab'ul Matsani (tujuh yang diulang), karena merupakan 7 ayat yang wajib dibaca dalam shalat, Asyafiyah (yang menyembuhkan) yang dengannya bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit, Addu'a (doa) karena merupakan ayat atau surat yang dibaca untuk setiap hajat atau keinginan kita, alwaqiyah (yang melindungi dari kesesatan) karena di dua ayat terakhir terdapat permohonan di tunjukan jalan yang lurus. Al Fatihah memiliki nama lain selain yang disebutkan di atas, sehingga tentu saja memiliki keajaiban atau fadhilah yang luar biasa. Diantara keutamaan surat alfatihah adalah:

  1. Siapa yang membaca surat Al Fatihah sebanyak 41 kali di waktu sepertiga malam (waktu sahur), maka Allah mudahkan pintu rezeki dan dimudahkan segala urusannya.
  2. Siapa yang membaca surat Al Fatihah sebanyak 40 kali pada air, setelah itu diminum, di usapkan ke tangan, kaki, muka, kepala, dan seluruh tubuh insya allah berbagai macam penyakit akan sembuh. 
  3. Siapa saja yang ingin hajatnya atau keinginannya Allah kabulkan, maka bacalah surat Al Fatihah sebanyak 40 kali antara salat sunnah dan fardu subuh.
  4. Siapa yang rutin membaca surat alfatihah setiap bakda salat fardu, maka akan dibukakan baginya berbagai pintu kebaikan, dan dicukupkan segala urusannya, baik urusan dunia maupun urusan akhirat.
  5. Siapa yang memiliki hutang lalu membaca surat Al Fatihah sebanyak 41 kali dengan ikhlas, yakin kepada Allah, tekad yang kuat, insya Allah segera lunas hutangnya.
  6. siapa yang membaca Al Fatihah 1 kali, Surah Al-Ikhlas sebanyak 3 kali dan Mu'awwidzatain (Al-Falaq dan surat An-Nas) 1 kali, sebelum tidur, Insya Allah ia akan dilindungi dan aman dari segala hal dan ancaman seperti mimpi buruk, gangguan setan, pencurian, kebakaran dan bencana, selain ajal.
  7. siapa membaca surat Al Fatihah dalam kondisi berwudlu sebanyak 70 kali setiap hari selama tujuh hari lalu ditiupkan pada air yang suci lalu diminum maka ia akan memperoleh ilmu dan hikmah serta hatinya dibersihkan dari pikiran rusak.

Diturunkan